TRIBUNNEWS.COM – Seorang pria China dijatuhi hukuman lebih dari empat tahun penjara pada Kamis (21/4/2022).

Dia mengaku mencoba mendapatkan dana bantuan virus corona senilai 20 juta dolar AS atau Rp 289,4 miliar.

Hakim Distrik Amerika Serikat (AS), Richard M Berman mengumumkan hukuman penjara empat tahun empat bulan untuk Muge Ma pada sidang vonis di Manhattan.

Dilansir Al Jazeera, hakim mengatakan, hukuman penjara diperlukan sebagai bentuk keseriusan kejahatan dan kebutuhan orang lain agar tidak menyalahgunakan program pemerintah.

Baca juga: Wanita di Spanyol Positif Covid-19 Dua Kali dalam 20 Hari, Pertama Terinfeksi Delta, Lalu Omicron

Baca juga: Sub-Varian Baru Omicron Ditemukan di New York, Pakar Sarankan Indonesia Ketatkan Surveillans

ILUSTRASI
ILUSTRASI. Hakim Distrik Amerika Serikat (AS) Richard M Berman mengumumkan hukuman penjara empat tahun empat bulan untuk Muge Ma pada sidang vonis di Manhattan.(ISTIMEWA)

Ma (38) ditangkap pada Mei 2020 oleh otoritas federal.

Ia telah melamar ke lima bank untuk mencoba mendapatkan lebih dari 20 juta dolar AS sebagai pinjaman yang dijamin pemerintah dari Program Perlindungan Gaji dan program Pinjaman Bencana Cedera Ekonomi.

Kedua program dirancang untuk bisnis yang dirugikan oleh penutupan akibat virus corona.

Pihak berwenang mengatakan Ma secara salah karena mengklaim telah membayar ratusan juta dolar untuk gaji karyawan melalui dua perusahaan yang dia kendalikan.

Untuk mendukung klaim tersebut, dia menyerahkan catatan bank, pajak, asuransi, dan penggajian yang curang dan memberikan bank tautan ke situs web yang menggambarkan perusahaan tersebut, kata jaksa.

Faktanya, Ma bekerja sendiri di kondominium Manhattan senilai 1,5 juta dolar AS.





Sumber Link : Tribunnews