TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG – Sesuai arahan Presiden, tahun ini masyarakat diperbolehkan mudik saat lebaran dengan syarat telah melakukan dua kali vaksin atau satu kali booster. 

Terdapat potensi pergerakan nasional sebanyak 31,6 persen dari penduduk Indonesia yang akan bepergian ke luar kota pada masa libur lebaran tahun ini.

Kelancaran, ketertiban dan keselamatan mudik sehat tahun 2022 menjadi isu utama bagi pemerintah untuk melakukan berbagai persiapan dan kebijakan. 

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo Septriana Tangkary mengatakan tanpa adanya kesadaran dari dalam diri sendiri, mudik bersama ini akan memberikan dampak yang besar bagi semuanya. Sesuai arahan Presiden, masyarakat dibolehkan pulang kampung namun dengan syarat telah melakukan dua kali vaksinasi dan satu kali booster.

Masyarakat yang telah melakukan vaksinasi booster, tidak perlu lagi memperlihatkan hasil tes pcr maupun antigen. Namun, apabila baru melaksanakan vaksinasi kedua, wajib menunjukkan hasil tes antigen minimal 1×24 jam atau tes pcr 3×24 jam. 

“Sedangkan bagi yang baru satu kali melaksanakan vaksinasi, wajib melakukan tes pcr 3×24 jam. Ini untuk menjaga diri kita bersama agar terbebas dari Covid-19,” kata Septriana, saat membuka webinar dengan tema “Mudik Sehat dan Aman, Tetap Jaga Protokol Kesehatan” di Hotel Gumaya, Semarang pada Rabu, 20 April 2022.

Baca juga: Jangan Sampai Kehabisan, Mudik Gratis Polda Metro Masih Sisakan 15 Ribu Kursi

Ia melanjutkan, ada sekitar 85,5 juta orang akan melakukan mudik, terutama 14,3 juta warga Jabodetabek yang akan melakukan mudik dengan daerah tujuan terbanyak yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Sedangkan 40,2 juta jiwa akan diprediksi menggunakan kendaraan pribadi dan 26,7 juta akan menggunakan angkutan darat umum.

“Konsep mudik sehat, mudik aman bertujuan agar masyarakat dapat memahami syarat perjalanan saat lebaran, tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan serta melakukan vaksinasi lengkap yaitu booster,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub RI, Rudi Irawan mengungkapkan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus penyebaran Covid-19 pada mudik lebaran tahun 2022 nanti, pihaknya telah melakukan koordinasi serta sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari TNI/Polri, Pemerintah dan Pelayanan Kesehatan.

“Hampir semua stakeholder berperan pada mudik lebaran nanti. Agar aman, tertib, nyaman dan lancar tetap menerapkan protokol kesehatan. Kita harapkan masyarakat telah melakukan vaksin sampai dengan vaksin dosis ketiga,” kata Rudi.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan mudik lebaran merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu sebagai perlengkapan untuk merayakan Idul Fitri 1443 Hijriah. 

Sebab, sudah dua tahun pemerintah membatasi pergerakan masyarakat, terutama saat lebaran. Sudah pasti, lebaran tahun ini menjadi euforia dan terjadi peningkatan mobilitas serta perputaran ekonomi.

Salah satu yang disiapkan adalah pelayanan terbaik, yakni pelayanan kesehatan serta posko-posko mudik. 

“Kita juga menyiagakan rumah sakit, telemedicine, ambulans, pos kesehatan terpadu selama 24 jam. Pelayanan kesehatan itu akan dibuka dari H-7 hingga H+7. Pelayanan kesehatan kita siapkan di terminal, stasiun, bandara, pelabuhan, rest area serta exit tol. Kita juga akan adakan random sampling di posko kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ucap Hevearita secara melalui aplikasi zoom, Rabu (20/4). 





Sumber Link : Tribunnews