TRIBUNNEWS.COM – Belakangan viral di media sosial, video yang memperlihatkan seorang pedagang Pasar Bogor, Jawa Barat curhat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam video yang tersebut, pedagang itu menyampaikan kepada Jokowi bahwa pamannya ditahan polisi.

Menurut pengakuannya, pamannya yang bernama Ujang Sarjana ditahan karena menolak memberi pungutan liar (pungli) yang ditarik dari preman.

Curhatannya tersebut disampaikannya saat Jokowi mengunjungi pasar dalam rangka menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng pada Kamis (21/4/2022).

Baca juga: Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng, Pengusaha: Kami Hormati dan akan Melaksanakan

Baca juga: Profil Kapolresta Bogor Kombes Susatyo Purnomo Condro, Sebut Kasus Ujang Sarjana Sesuai Prosedur

Selanjutnya, Presiden pun langsung meminta Sekretaris Kabinet Pramono Anung untuk mencatat aduan tersebut dan meminta Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Suntana untuk mencari kejelasan kasus tersebut.

“Kemarin juga pihak kepolisian sudah menjelaskan kepada media hal yang diadukan warga tersebut,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin dikutip dari Tribunnews.

Hanya saja terdapat perbedaan versi antara pihak kepolisian dan pengacara Ujang Surjana terkait kasus yang dicurhatkan oleh pedagang kepada Jokowi tersebut.

Berikut Tribunnews.com rangkum terkait perbedaan versi antara pihak kepolisian dan pengacara Ujang Surjana yang dirangkum dari berbagai sumber.

Polisi Sebut Kasus Ujang Surjana telah Ditangani Sesuai Prosedur

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Dikutip dari Tribun Bogor, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyebut kasus terkait Ujang Surjana adalah pengeroyokan terhadap sesama pedagang.





Sumber Link : Tribunnews